Showing posts with label remember Allah. Show all posts
Showing posts with label remember Allah. Show all posts

Thursday, March 8, 2007

Apa itu Istidraj

Minggu lepas, kawan seofis Fendi tanya "Kenapa kadang kala kita lihat
seseorg insan tu sentiasa dapat kegembiraan spt dapat naik pangkat,
murah rezeki dll sedangkan dia tu selalu melakukan kemungkaran?".

So,Fendi pun jawablah yang kdg kala sesuatu anugerah Allah swt kpd
seseorg
individu tu bukanlah sebab Allah sayangkan hambanya itu tetapi kerana
Allah nak tengok sejauh mana keikhlasan orang itu. Allah nak tengok
adakah hambanya itu akan menyedari bahawa Allah amat bermurah hati
dengannya jadi sepatutnya dia bersyukur dan berubah menjadi baik. Tapi
jika individu itu masih tidak reti bersyukur maka sesungguhnya dia
telah menimbulkan kemurkaan Ar-Rahman.

Teringat juga Fendi pd satu penjelasan ustazah sekolah rendah dulu. Ada
member tanya kenapa kdg2 kita dah banyak kali berdoa tapi belum dapat
apa
yang diimpikan.

Ustazah kata itu tandanya Allah sayang pada kita.

Sebabnya Allah tahu kalau kita lambat atau belum dpt yg diimpikan, kita
akan terus berdoa dan mengingati Ilahi. Sebenarnya Allah amat rindukan
suara hamba-hambaNya merayu dan memujiNya. Kalau sekali berdoa terus
dapat, kemungkinan besar lepas tu kita kita taksub dan lupa utk
bersyukur
pd yg Esa.

Tup-tup dpt pula artikel ni drp seorg rakan. A very relevant and
interesting article. Semoga Allah beratkan timbangan ibadah kita drp
timbangan dosa di Pdg Mahsyar nanti. InsyaAllah..

Apakah dia istidraj itu?

Ianya adalah pemberian nikmat Allah kepada manusia yang mana pemberian
itu tidak diredhaiNya. Inilah yang dinamakan istidraj.

Rasullulah s. a.w. bersabda :"Apabila kamu melihat bahawa Allah Taala
memberikan nikmat
kepada hambanya yang selalu membuat maksiat (durhaka), ketahuilah
bahawa
orang itu telah diistidrajkan oleh Allah SWT." (Diriwayatkan oleh
At-Tabrani, Ahmad dan Al-Baihaqi)

Tetapi, manusia yang durhaka dan sering berbuat maksiat yang terkeliru
dengan pemikirannya
merasakan bahawa nikmat yang telah datang kepadanya adalah kerana Allah
berserta dan kasih
dengan perbuatan maksiat mereka. Masih ada juga orang ragu-ragu, kerana
kalau kita hendak dapat
kebahagian di dunia dan akhirat kita mesti ikut jejak langkah
Rasullulah
saw dan berpegang teguh pada agama Islam.

Tetapi bagaimana dengan ada orang yang sembahyang 5 waktu sehari
semalam,
bangun tengah malam bertahajjud,
puasa bukan di bulan Ramadhan sahaja, bahkan Isnin, Khamis dan puasa
sunat
yang lain. Tapi, hidup mereka
biasa sahaja. Ada yang susah juga. Kenapa? Dan bagaimana pula orang
yang
seumur hidup tak sembahyang, puasa
pun tak pernah, rumahnya tersergam indah, kereta mewah menjalar, duit
banyak, dia boleh hidup kaya dan mewah.
Bila kita tanya, apa kamu takut mati? Katanya, alah, orang lain pun
mati
juga, kalau masuk neraka, ramai-ramai.
Tak kisahlah! Sombongnya mereka, takburnya mereka.

Rasullulah s. a. w. naik ke langit bertemu Allah pun tak sombong, Nabi
Sulaiman, sebesar-besar pangkatnya sehinggakan semua makhluk di muka
bumi
tunduk di bawah perintahnya pun tak sombong! Secantik-cantik Nabi Yusof
dan
semerdu suara
Nabi Daud, mereka tak sombong. Bila sampai masa dan ketikanya, mereka
tunduk dan sujud menyembah Allah.

Manusia istidraj - Manusia yang lupa daratan. Walaupun berbuat maksiat,
dia
merasa Allah menyayanginya. Mereka memandang hina kepada orang yang
beramal. "Dia tu siang malam ke masjid, basikal pun tak mampu beli,
sedangkan aku ke kelab malam pun dengan kereta mewah. Tak payah
beribadatpun, rezeki datang mencurah-curah. Kalau dia tu sikit ibadat
tentu
boleh kaya macam aku, katanya sombong." Sebenarnya, kadang-kadang Allah
memberikan nikmat yang banyak dengan tujuan untuk menghancurkannya.

Rasullulah s. a. w bersabda: "Apabila Allah menghendaki untuk
membinasakan
semut, Allah terbangkan semua itu dengan dua sayapnya" (Kitab Nasaibul
æIbad) Anai-anai, jika tidak bersayap, maka dia akan duduk diam di
bawah
batu atau merayap di celah-celah daun, tetapi jika Allah hendak
membinasakannya, Allah berikan dia sayap. Lalu, bila sudah bersayap,
anai-anai pun menjadi kelkatu. Kelkatu, bila mendapat nikmat(sayap),
dia
akan cuba melawan api. Begitu juga manusia, bila mendapat nikmat, cuba
hendak melawan Allah swt.

Buktinya, Firaun. Nikmatnya tak terkira, tidak pernah sakit, bersin pun
tidak pernah kerana Allah berikannya nikmat kesihatan. Orang lain
selalu
sakit, tapi Firaun tidak, orang lain mati, namun dia masih belum
mati-mati
juga, sampai rasa angkuh dan besar diri lantas mengaku dirinya tuhan.
Tapi
dengan nikmat itulah Allah binasakan dia.

Namrud, yang cuba membakar Nabi Ibrahim. Betapa besar pangkat Namrud?
Dia
begitu sombong dengan Allah, akhirnya menemui ajalnya hanya disebabkan
seekor nyamuk masuk ke dalam lubang hidungnya.

Tidak ada manusia hari ini sekaya Qarun. Anak kunci gudang hartanya
sahaja
kena dibawa oleh 40 ekor unta. Akhirnya dia ditenggelamkan bersama-sama
hartanya sekali akibat terlalu takbur. Jadi kalau kita kaya, jangan
sangka
Allah sayang, Qarun lagi kaya, akhirnya binasa juga.

Jadi, jika kita kaji dan fikir betul-betul, maka terjawablah segala
keraguan yang mengganggu fikiran kita. Mengapa
orang kafir kaya, dan orang yang berbuat maksiat hidup senang /mewah.
Pemberian yang diberikan oleh Allah pada mereka bukanlah yang
diredhaiNya.
Rupa-rupanya ianya adalah bertujuan untuk menghancurkannya.

Untuk apa hidup ini tanpa keredhaanNya? Tetapi jangan pula ada orang
kaya
beribadat, masuk masjid dengan kereta mewah kita katakan itu istidraj.
Orang naik pangkat, istidraj. Orang-orang besar, istidraj. Jangan!
Orang
yang mengunakan nikmatnya untuk kebajikan untuk mengabdi kepada Allah
bukan
istidraj. Dan jangan pula kita tidak mahu kekayaan. Kalau hendak
selamat,
hidup kita mesti ada pegangan.

Bukan kaya yang kita cari, juga bukan miskin yang kita cari. Tujuan
hidup
kita adalah mencari keredaan Allah. Bagaimana cara untuk menentukan
nikmat
yang diredhai Allah? Seseorang itu dapat menyedari hakikat yang
sebenarnya
tentang nikmat yang diterimanya itu ialah apabila dia bersyukur
nikmatnya.
Dia akan mengunakan pemberian ke jalan kebaikan dan sentiasa redha dan
ikhlas mengabdikan diri kepada Allah. Maka segala limpah kurnia yang
diperolehi itu adalah nikmat pemberian
yang diredhai Allah. Bila tujuan hidup kita untuk mencari keredhaan
Allah,
niscaya selamatlah kita di dunia dan akhirat.

Wallahualam.

"Dari Abdullah bin 'Amr R. A, Rasulullah S. A. W bersabda:
" Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat.."

Wednesday, February 14, 2007

ALLAH is Every Where ... Please Read On

Read only if you have time for ALLAH
Let me tell you, make sure you read all the way to the bottom. I almost deleted this email but I was blessed when I got to the end

ALLAH , when I received this e-mail, I thought...

I don't have time for this... And, this is really inappropriate during work.

Then, I realized that this kind of thinking is... Exactly, what has caused lot of the problems in our world today.

We try to keep ALLAH in MASJIDS on FRIDAY...

Maybe, FRIDAY night...

And, the unlikely event of a MAGHRIB SALLAH .

We do like to have Him around during sickness...

And, of course, at funerals.

However, we don't have time, or room, for Him during work or play...

Because.. That's the part of our lives we think... We can, and should, handle on our own.

May ALLAH forgive me for ever thinking..

That... there is a time or place where..

HE is not to be FIRST in my life.

We should always have time to remember all HE has done for us.

Pass this on ONLY IF YOU MEAN IT!!

Yes, I do Love ALLAH .

HE is my source of existence and Savior.

He keeps me functioning each and every day. Without Him, I will be nothing.

This is the simplest test.

If You Love ALLAH ... And, are not ashamed of all the marvelous things HE has done for you...

Send this to ten people and the person who sent it to you!

Now do you have the time to pass it on?

Make sure that you scroll through to the end.

Easy vs. Hard

Why is it so hard to tell the truth but Yet so easy to tell a lie?

Why are we so sleepy in THE MASJID but Right when the sermon is over we suddenly wake up?

Why is it so easy to delete a HOLY e-mail, but yet we forward all of the nasty ones?

Of all the free gifts we may receive, Prayer is the very best one.... There are no costs, but wonderful rewards...

Notes: Isn't it funny how simple it is for people to NOT BELIEVE IN ALLAH and then wonder why the world's going to hell.

Isn't it funny how someone can say "I believe in ALLAH " but still follow Satan (who, by the way, also "believes" in ALLAH ).

Isn't it funny how you can send a thousand jokes through e-mail and they spread like wildfire, but when you start sending messages regarding ISLAM ,people think twice about sharing?

Isn't it funny how when you go to forward this message, you will not send it to many on your address list because you're not sure what they believe, or what they will think of you for sending it to them.

Isn't it funny how I can be more worried about what other people think of me than what ALLAH thinks of me.